Hasil Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Singkirkan Kolombia Lewat Adu Penalti 4-3, Swiss Cetak Sejarah Tantang Argentina

person

Saif Ali

Wednesday, 08 Jul 2026 07:08 WIB

visibility 73
Hasil Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Singkirkan Kolombia Lewat Adu Penalti 4-3, Swiss Cetak Sejarah Tantang Argentina

Hasil Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Singkirkan Kolombia Lewat Adu Penalti 4-3, Swiss Cetak Sejarah Tantang Argentina

Kategori: Olahraga & Sepak Bola | Penulis: Redaksi Olahraga | Diterbitkan: 8 Juli 2026

VANCOUVER, KANADA - Skuad nasional Swiss berhasil mengamankan tiket terakhir menuju babak perempat final Piala Dunia 2026 secara dramatis. Menghadapi wakil tangguh Amerika Selatan, Kolombia, tim berjuluk La Nati tersebut dipaksa memeras keringat hingga babak adu penalti sebelum akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3 di Stadion BC Place, Vancouver.

Pertandingan ini menyajikan duel taktikal kelas tinggi sejak menit awal. Kedua tim nasional yang sama-sama memegang rekor tak terkalahkan di fase grup ini menunjukkan kedisiplinan pertahanan yang luar biasa, membuat papan skor terkunci di angka 0-0 selama 90 menit waktu normal dan 30 menit masa perpanjangan waktu (extra time).

Babak Pertama: Ketatnya Tembok Pertahanan Saling Mengunci

Sejak peluit sepak mula dibunyikan oleh wasit Ivan Barton, Swiss langsung berupaya memegang kendali lini tengah melalui sang jenderal lapangan, Granit Xhaka. Menggunakan formasi menyerang, anak asuh Murat Yakin ini berulang kali mengeksploitasi area sayap melalui kecepatan Dan Ndoye.

Namun, lini belakang Kolombia yang digalang oleh Davinson Sánchez terbukti menjadi salah satu unit pertahanan paling solid sepanjang turnamen ini. Peluang emas pertama Kolombia justru lahir di menit ke-20 ketika gelandang muda Gustavo Puerta melepaskan tembakan roket dari luar kotak penalti. Beruntung bagi Swiss, kiper utama mereka, Gregor Kobel, tampil sigap dengan melakukan penyelamatan gemilang menepis bola.

Swiss membalas melalui skema bola mati di akhir babak pertama. Gelandang Fabian Rieder nyaris memecah kebuntuan melalui eksekusi tendangan bebas melengkung, namun bola masih menyamping tipis di jaring gawang Camilo Vargas. Skor kacamata bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua: Perang Taktik di Lini Tengah dan Hujan Kartu

Memasuki interval kedua, intensitas fisik pertandingan kian meningkat tajam. Kolombia mencoba menyegarkan lini serang mereka dengan memasukkan gelandang kreatif Juan Quintero untuk menggantikan James Rodríguez yang mulai kelelahan.

Masuknya Quintero sempat menghidupkan kreativitas serangan Los Cafeteros. Luis Díaz berulang kali merepotkan Manuel Akanji di lini belakang Swiss, namun penyelesaian akhir yang terburu-buru membuat peluang Kolombia selalu kandas. Sebaliknya, Swiss yang bermain lebih bersabar sempat mengancam lewat sundulan Breel Embolo menjelang akhir waktu normal.

Tingginya tensi pertandingan melahirkan banyak pelanggaran keras di lini tengah. Wasit terpaksa mengeluarkan rentetan kartu kuning, termasuk untuk Granit Xhaka dan Denis Zakaria di kubu Swiss, serta Luis Suárez di sisi Kolombia. Skor 0-0 tetap tidak berubah hingga waktu normal usai, memaksa laga berlanjut ke babak extra time.

Masa Extra Time: Adu Stamina dan Strategi Pergantian Pemain

Di babak perpanjangan waktu, kedua tim tampak mulai kehabisan bensin. Pergerakan lambat lambat mulai terlihat dari kedua kubu yang bermain ekstra hati-hati guna menghindari kesalahan fatal di menit-menit krusial.

Pelatih Kolombia mencoba memasukkan bek senior Yerry Mina di menit ke-118, sebuah keputusan strategis yang dipersiapkan khusus menghadapi babak adu penalti. Sementara Swiss memasukkan penyerang Zeki Amdouni. Hingga 120 menit laga berjalan, tidak ada satu pun gol yang tercipta dari kedua tim. Pemenang pun harus ditentukan melalui titik putih.

Babak Adu Penalti: Aksi Heroik Gregor Kobel Jadi Penentu

Drama menegangkan mencapai puncaknya di babak adu tos-tosan ini. Kiper Swiss, Gregor Kobel, keluar sebagai pahlawan bangsa setelah berhasil menggagalkan dua eksekutor penalti dari kubu Kolombia.

Berikut adalah jalannya urutan eksekusi penalti kedua tim:

  • Kolombia: Juan Quintero (Gol) — Swiss: Granit Xhaka (Gol)
  • Kolombia: Davinson Sánchez (Gagal/Ditepis Kobel) — Swiss: Zeki Amdouni (Gol)
  • Kolombia: Jaminton Campaz (Gol) — Swiss: Manuel Akanji (Gagal/Meleset)
  • Kolombia: Cucho Hernández (Gagal/Ditepis Kobel) — Swiss: Cedric Itten (Gol)
  • Kolombia: Luis Diaz (Gol) — Swiss: Rubén Vargas (Gol)

Tendangan penalti penentu yang dieksekusi dengan dingin oleh Rubén Vargas memastikan kemenangan Swiss dengan skor akhir adu penalti 4-3.

Statistik Resmi Pertandingan (Swiss vs Kolombia)

  • Penguasaan Bola: Swiss 53% vs 47% Kolombia
  • Total Tembakan (On Target): Swiss 7 (2) vs 15 (3) Kolombia
  • Akurasi Operan Keseluruhan: Swiss 88% vs 87% Kolombia
  • Pelanggaran (Fouls): Swiss 23 vs 21 Kolombia
  • Penyelamatan Kiper: Gregor Kobel 3 vs 2 Camilo Vargas

Pecahkan Rekor Sejarah dan Siap Tantang Argentina

Kemenangan epik ini membawa arti yang sangat mendalam bagi publik sepak bola Swiss. Keberhasilan menembus babak 8 besar ini sekaligus memecahkan rekor sejarah penantian panjang Swiss selama lebih dari 70 tahun di panggung tertinggi Piala Dunia.

Di babak perempat final nanti, tantangan yang jauh lebih berat sudah menanti skuad La Nati. Mereka dipastikan akan menantang sang juara bertahan, Argentina, yang sebelumnya juga lolos secara dramatis setelah menumbangkan Mesir dengan skor ketat 3-2.

#PialaDunia2026 #BeritaBola #HasilSwissVsKolombia #GregorKobel #GranitXhaka #AduPenalti #PialaDuniaHariIni
forum

Komentar (0)

account_circle

Masuk dengan Google untuk berkomentar

Login dengan Google

Jadilah yang pertama berkomentar.